Mengumpulkan 1.000 Beras Bersama Blogger Nusantara!

5 Nov 2012

Wow asik… ada kumpul-kumpul blogger sejagad lagi…
Ayo kali ini kita jangan hanya kumpul-kumpul saja tapi mari kita mengumpulkan 1.000 beras bersama!
Bagaimana caranya?
Begini ceritanya:

Sekitar satu tahun lalu para blogger di Asia Tenggara berkumpul di Jakarta dan saling sharing mengenai kondisi negaranya masing-masing.
Berfoto bersama rekan-rekan ASEAN Blogger (ki-ka) dari Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Indonesia, Malaysia, Kamboja, Filipina dan Laos

Pertemuan inilah yang memperkenalkan saya pada aktivitas blogger dari Filipina yang aktif dalam memerangi kelaparan di negaranya. Ia banyak melakukan kampanye pangan bersama salah satu badan Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), World Food Programme (WFP). Kemudia blogger Filipina memperkenalkan saya pada orang WFP dan dari situlah saya mulai berkorespondensi dengan WFP mengenai isu-isu pangan di Indonesia. Pengalaman berharga berkenalan dengan para blogger Asia Tenggara inilah yang ingin saya bagikan pada Blogger Nusantara 2012 nanti jika saya mendapatkan tiket pesawat PP dari Blogdetik.


First Blogger WFP Meet Up in Indonesia

WFPSatu tahun setelah itu diadakanlah First Blogger WFP Meet Up di Jakarta. Saya bersama puluhan blogger lain hadir di kantor WFP Jakarta. Country Manager WFP Indonesia menjelaskan akan pentingnya peranan blogger dalam mengedukasi masyarakat mengenai ketahanan pangan dan nutrisi. Ternyata para blogger nusantara bisa berperan aktif dalam mengumpulkan sumbangan beras. Bagaimana caranya? Cukup dengan menjawab 1 pertanyaan quiz dari WFP dengan benar maka nanti WFP akan mendonasikan 5 butir beras. Itu artinya jika ada 100 blogger nusantara yang menjawab 1 pertanyaan quiz dengan benar maka nanti WFP akan mendonasikan 1.000 beras! Alangkah mudahnya untuk berbuat baik bukan? Kita hanya perlu meluangkan waktu 1-2 menit untuk menjawab 1-2 pertanyaan dan menjadi agen perubahan! Mari perangi kelaparan sekarang juga! Hidup blogger nusantara! Lantas hal apa saja yang perlu blogger nusantara ketahui?

1. Krisis Pangan yang Tak Terelakkan
Pada hari Selasa lalu, 3 lembaga pangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah mengeluarkan seruan bersama untuk mengekang kenaikan harga jagung, gandum dan kedelai, guna menghindari krisis besar. Harga jagung, gandum dan kedelai te;lah mencapai rekor tertinggi dan terus melonjak. Ekonom terkenal dunia, Joseph Stiglitz, pernah berkata, “Ketika pangan sulit didapat, darah mulai mengalir di jalan!”

Kepala Program Pangan Dunia (WFP), Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta Dana Internasional untuk Pengembangan Pertanian (IFAD) memperingatkan bahwa kenaikan tajam harga pangan dalam beberapa bulan terakhir mengancam akan membuat kehidupan lebih sulit bagi puluhan juta orang.

Kekeringan yang parah di Amerika, eksportir jagung, kedelai dan gandum terbesar di dunia, telah membantu menaikkan harga pangan dalam beberapa bulan terakhir.

2. Pertumbuhan Penduduk Tak Sebanding Pertumbuhan Pangan

Lantas berapa harga jagung dan kedelai telah meroket dalam 2 bulan terakhir?

Jika kita bukan ibu-ibu yang sering belanja ke pasar tentu kita tidak terlalu memonitor pergerakan harga pangan yang terjadi di pasar tradisional maupun pasar modern. Namun hal ini dipastikan tidak akan berlangsung lama lagi karena teman-teman di Facebook sudah mulai panik saat harga jagung dan kedelai meroket 2 kali lipat dalam 2 bulan terakhir! Mereka mulai sibuk mengajak teman-temannya untuk menimbun bahan pangan di rumah mereka masing-masing. Mereka menyadari krisis pangan sudah di depan mata sebagai akibat perubahan iklim dunia, kekeringan yang berkepanjangan pada 80% aliran sungai di seluruh dunia… Dalam 50 tahun terakhir peduduk dunia telah meningkat 3 kali lipat namun lahan pertania justru hanya naik 30%. Hal ini menyebabkan harga pangan secara konstan terus naik sesuai hukum permintaan-ketersiadaan.

3. Krisis Pangan Ancam 3 Milyar Orang Kelaparan!

Dengan penduduk dunia sebesar 7 milyar jiwa, tidak banyak orang yang mengetahui bahwa kelaparan adalah pembunuh nomor 1 di dunia. Kematian yang diakibatkan oleh epidemi kelaparan jauh melebihi total korban gabungan yang meninggal akibat penyakit AIDS, kanker, jantung, tuberkolosis serta malaria! Analis mengatakan harga pangan dunia akan terus meningkat apabila negara-negara tidak berinvestasi di bidang pertanian dan produksi pangan demi mendorong naiknya pasokan bahan pangan. Masalahnya penduduk dunia terus bertambah namun lahan pertanian justru semakin berkurang untuk kawasan pemukiman dan industri. Kita tentu masih ingat Teori Robert Malthus dalam pelajaran ekonomi di bangku sekolah menengah dulu bahwa ketersediaan pangan sebanding dengan deret hitung sedangkan pertumbuhan penduduk sebanding dengan deret ukur. Dari sini saja kita sudah dapat melihat bahwa ledakan penduduk yang tak terkendali telah mengantarkan kita pada krisis pangan dunia…

4. Mari Kurangi Porsi Nasi Kita
Melihat data-data di atas, saya mengetuk hati nurani rekan-rekan untuk mulai mengurangi pola makan kita. Mari kita mengurangi porsi nasi kita. Mudah-mudahan kita bisa mengurangi konsumsi nasi kita hingga 40 kilogram per tahun supaya Indonesia bisa menjadi eksportir beras nomor 1 dunia. Usahakan yang biasa sarapan pagi dengan nasi diganti dengan singkong dan buah. Untuk makan siang boleh lan kita makan nasi setengah dari porsi nasi biasa kita. Lalu untuk makan malam biasakan mengkonsumsi umbi-umbian seperti ubi jalar sebagai karbohidrat pengganti nasi. Dengan mulai melakukan diversifikasi pola makan secara teratur maka kita bisa menghentikan impor beras yang tidak perlu. Dengan menghentikan impor beras artinya kita bisa keluar sebagai negara yang mandiri dan menghilangkan subsidi beras hingga 13 triliun rupiah! Tentu anggaran ini tidak sedikit dan bisa lebih efektif jika digunakan untuk perbaikan sarana kesehatan dan pendidikan di pelosok-pelosok Indonesia.
Mari kita mulai dari hal yang kecil, dari diri kita sendiri.

5. Dua Puluh Ribu Anak Meninggal Setiap Hari Akibat Kelaparan! Di manakah kita?

6. Prinsip Sepiring Berdua

Setelah kita berhasil mengurangi konsumsi nasi kita maka langkah selanjutnya barulah menurangi angka kelaparan di negeri ini. Dengan lebih dari 24 juta manusia Indonesia yang hidup dalam kelaparan itu berarti sepersepuluh dari penduduk di negeri ini. Tentu tidak sulit bagi setiap 9 orang di negeri ini yang mau menyisihkan penghasilannya setiap hari untuk membantu memberi makan 1 orang setiap harinya. Dengan prinsip sepiring berdua artinya kita mau membagikan sebagian makanan yang kita konsumsi setiap hari untuk 1 orang yang kelaparan setiap hari. Tentu hal ini tidak terlalu sulit bukan? Setiap 9 orang memberi makan 1 orang saja. Mari kumpulkan 9 temanmu dan jadikan hidup kita bermakna bagi orang lain! Abadikan momen bersejarah ini dan menangkan hadiah-hadiah menarik! Tunggu pengumuman lebih lanjut di blog ini.

Anak-anak Kelaparan Sangat Membutuhkan Uluran Tangan Kita! Mari Bergerak!


TAGS


-

Author

Follow Me