Saatnya Diaspora Indonesia Bersatu!

6 Jul 2012

Ingin menangis rasanya ketika menatap layar monitor komputer saya yang tertulis: “Pencarian Anda “kongres diaspora indonesia” 0 item ditemukan.” Begitulah hasil pencarian saya di berbagai situs berita nasional Indonesia. Entah mengapa acara akbar yang digagas oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Amerika Serikat yang untuk pertama kalinya mempertemukan seluruh diaspora Indonesia di seluruh dunia ini tidak banyak diliput media nasional kita. Ironis! Padahal Kongres Diaspora Indonesia yang berlangsung pada 6-8 Juli 2012 ini merupakan tonggak bersejarah dari lahirnya gerakan diaspora Indonesia di seluruh dunia.

Kongres Diaspora Indonesia Sukses Digelar!

Diaspora

Apakah memang penduduk Indonesia sudah tidak peduli lagi dengan kaum perantauan Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia saat ini? Kita beruntung bahwa masih ada Tim Pop VOA News yang sedang meliput acara Kongres Diaspora Indonesia di Los Angeles, California. Tampaknya memang VOA berhasil menjadi corong aktivitas diaspora Indonesia yang ada di Amerika Serikat. VOA juga membuka kesempatan bagi pembacanya untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan bagi para artis-artis Indonesia yang menjadi pembicara di kongres diaspora ini, mulai dari Tania Gunadi, Cinta Laura hingga Ruth Sahanya. Dari Fanpage VOA Indonesia mamupun VOA Pop News Facebook, terlihat sekali masih banyak orang Indonesia yang belum mengetahui arti dan pentingnya kongres diaspora ini. Berbagai pertanyaan yang diselimuti rasa penasaran dan ingin tahu mulai mengalir di benak mereka, di antaranya:

1. Apa itu diaspora?
2. Mengapa ada Kongres Diaspora Indonesia?
3. Siapa saja yang diundang ke acara tersebut?
4. Apa tujuan kongres ini?
5. Kenapa acaranya mesti diadakan di Amerika, tidak di negara lain?

Tulisan berikut diharapkan mampu memuaskan dahaga dan rasa penasaran para insan Indonesia akan minimnya pemberitaan Kongres Diaspora Indonesia di media lokal serta nasional kita.

Apa Itu Diaspora Indonesia?
CIDMari kita mulai dari pertanyaan pertama: “Apa itu Diasapora Indonesia?” Menurut Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat, Bapak Dino Patti Djalal, istilah diaspora Indonesia artinya sederhana saja; yaitu” “semua orang berdarah dan berbudaya Indonesia yang tinggal di luar wilayah Indonesia.” Lantas berapa banyak jumlah orang Indonesia yang berada di luar wilayah Republik Indonesia? Harian Kompas menyebutkan bahwa ada lebih dari 6 juta diaspora Indonesia saat ini di seluruh dunia. Berdasarkan data Biro Sensus Penduduk Amerika Serikat saja didapati bahwa ada lebih dari 32.000 jiwa orang Indonesia yang saat ini bermukim di Amerika Serikat. Seluruh diaspora Indonesia ini setiap tahunnya mengirimkan uang ke Indonesia atau remitansi sebesar lebih dari US$ 7 milyar atau setara dengan 63 triliun rupiah. Angka ini sangat besar, oleh karena itu peran diaspora Indonesia dalam membangun perekonomian Indonesia tidak bisa dinafikan!

Apa Tujuan Kongres Diaspora Indonesia?
CIDTujuan diadakan kongres ini untuk merangkul orang-orang yang berdarah dan berbudaya Indonesia, terlepas kewarganegaraannya; baik WNI maupun non-WNI tidak masalah, yang penting ia cinta Indonesia. Dari pertemuan ini pula diharapkan muncul sinergi antarsesama diaspora Indonesia yang tinggal di negara yang berbeda-beda. Tentu pada akhirnya, seluruh kegiatan yang dilakukan oleh para diaspora Indonesia mampu memberikan kontribusi berarti pada negara Indoensia. Lalu apa hal paling praktis dan paling bermanfaat yang bisa dilakukan oleh para diaspora Indonesia?

Hal Paling PRAKTIS dan Paling BERMAANFAAT yang Bisa Dilakukan Diaspora Indonesia
Dari sekian banyak sinergi yang bisa kita lakukan, ada 3 aktivitas strategis yang bisa dilakukan oleh para 6 juta diaspora Indonesia di manapun mereka berada. Tentu dengan bersatunya para diaspora Indonesia, diharapkan, Indonesia mampu bangkit dari bangsa yang terpuruk menjadi bangsa yang gemilang. Mari kita bangkitkan generasi emas Indoensia. Seperti pepatah lama, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!”

1. Indonesia Brain Bank

BrainKita sebagai bangsa Indonesia perlu menyiasati brain draining yang terus berlangsung dengan migrasinya para peneliti, dosen, serta para intelektual juara olimpiade fisika internasional ke luar negeri. Ada 1 solusi sederhana untuk mengatasi Brain Draining ini, yaitu dengan membangun “Indonesia Brain Bank. Idenya sangat sederhana dan sangat praktis, awalnya kita secara rutin mengadakan Indonesia Diaspora Video Conference menggunakan fasilitas canggih TownHall Video Meeting yang memampukan ribuan diaspora Indonesia melakukan online meeting rutin setiap bulan. Dari pertemuan rutin ini diharapkan generasi muda Indonesia bisa mendapatkan insight, knowledge dan pengalaman dari para intelektual Indonesia yang tersebar di seluruh belahan dunia. Hal ini dapat dilakukan berkat adanya teknologi internet, Skype dan video conference. Topik yang dihadirkan bisa sangat beragam, mulai dari entrepreneurship, career choice, kemacetan, hingga migrant worker. Dengan cara ini, diaspora Indonesia yang tersebar di berbagai belahan dunia dapat ikut membantu menyumbangkan pikiran, ide, gagasan dan pengalaman mereka dalam menghadirkan solusi-solusi konkret untuk mengatasi problem-problem yang sedang hangat dihadapi di Indonesia.


BisaHebatnya lagi dengan teknologi live stream, acara Indonesia Diaspora Video Conference dapat disaksikan bersama-sama secara live oleh diaspora Indonesia di seluruh belahan dunia. Nantinya hasil diskusi panel dalam setiap Indonesia Diaspora Video Conference akan dicatat, didiskusikan dan didokumentasikan secara online dan sistematis di dalam “Indonesia Brain Bank agar ilmu pengetahuan diaspora Indonesia yang sudah didapatkan di luar negeri dapat dibagikan dan diaplikasikan kembali oleh generasi muda di Indonesia. Indonesia Brain Bank diharapkan mampu menghemat biaya perjalananan studei banding para pejabat yang tidak perlu. Selain itu, Indonesia Brain Bank juga akan mampu mengarahkan negara ini menjadi “Knowledge-Based Nation”, sebuah negara yang tidak lagi didasari pada trial and error, melainkan pada ilmu pengetahuan dan riset empiris yang bisa dikerjakan bersama oleh para diaspora Indonesia melalui teknologi internet (crowd sourcing).

2. Books for Indonesia
Books
Tentu banyak mahasiswa-mahasiswa atau pelajar-pelajar diaspora Indonesia yang sudah selesai menyelesaikan studi dan tidak memerlukan buku-bukunya lagi. Hal ini merupakan potensi yang sangat besar jika dikerjaksan secara bersama-sama. Masing-masing ikatan pelajar Indonesia di berbagai negara bisa saling bergabung dalam penggalangan buku dengan melibatkan mahasiswa negara setempat. “Buku adalah jendela dunia” kata orang bijak, diharapkan buku-buku ini bisa dikirimkan dengan bantuan Kedutaan Besar Republik Indonesia agar mampu mencerahkan kehidupan anak-anak di pelosok Indonesia. Anak-anak yang membaca buku berkualitas ketika dewasa akan menjadi pribadi-pribadi yang berkualitas dan berintegritas. Demikian pula sebaliknya, anak-anak yang tidak pernah membaca buku akan menatap masa depannya dengan tatapan mata dan otak yang kosong nan hampa. Dengan semakin rendahnya angka buta huruf di Indonesia, sudah seharusnya budaya baca sudah diperkenalkan mulai dari bangku TK. Hanya dengan membacalah kita bisa menjangkau dunia tanpa keluar kamar. Hanya dengan membacalah, cakrawala kita menjadi terbuka lebar dan memiliki wawasan yang luas.

3. Computers for Indonesia
OLOPKini harga perangkat komputer sudah semakin terjangkau, namun tetap saja bagi sebagian pelajar Indonesia di daerah terpencil hal ini masih merupakan barang mewah yang belum pernah mereka lihat. “Program 1 Sekolah 1 Komputer” yang kami gagas merupakan bentuk kecintaan kami pada generasi mendatang. Dengan adanya komputer di sekolah, diharapkan kegiatan belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan menyenangnkan.


TAGS


-

Author

Follow Me