Kisah Pahlawan Paling Heroik Sepanjang Sejarah

30 Mar 2009

Tulisan berikut merupakan tulisan saya yang saya copy dari blog saya di www.lexus.myflexiland.com yang berhasil menjadi Juara Nasional TELKOM Flexi Blogging 2008 untuk Kategori Pahlawan.

Saya tertegun ketika melihat-lihat deretan kategori topik yang ditawarkan dalam Flexter Blogging 2008. Dari kelima kategori yang dilombakan, kategori Kisah Cerita Pahlawan merupakan kategori yang paling sedikit pesertanya. Pikiran saya langsung bertanya: Mengapa bisa begitu? Apakah sudah sedemikian tidak pedulinya bangsa ini pada para pahlawan? Apakah memang kisah kepahlawanan sudah tidak menarik lagi bagi generasi muda Indonesia zaman sekarang? Sungguh ironis! Di saat sekarang kita semua bisa bergembira menikmati akses internet murah, menghirup udara segar dan kemerdakaan di negeri ini, tak banyak yang peduli lagi akan kisah kepahlawanan. Apakah karena Indonesia sudah merdeka sejak 63 tahun yang lalu, maka kisah kepahlawan sudah menjadi “cerita lama” yang tidak menarik lagi?


Bung Tomo Namun pertanyaannya, apakah memang sekarang ini negara kita sudah benar-benar “merdeka”? Tak banyak penduduk Indonesia yang “sadar” bahwa nilai produk dan jasa yang dihasilkan di negara ini, atau bahasa kerennya Product Domestic Bruto (PDB), terus mengalami kemerosotan jika dibandingkan “mantan”penjajah kita, Belanda.
Tahun
PDB Indonesia terhadap Belanda
1820 (era P. Diponegoro)
39% PDB Belanda
1950 (era Order Lama)
15% PDB Belanda
1992 (era Orde Baru)
16% PDB Belanda
2005 (era Orde Reformasi)
8% PDB Belanda
Source: Institut Kemandirian

Namun, ternyata dari 70 juta anak muda di Indonesia, masih ada satu orang pemuda berusia 20 tahun yang sangat luar biasa. Seorang pemuda yang saya sebut Habibiepahlawan karena ia memiliki nilai-nilai kepahlawanan. Pemuda itu bernama Habibie Afsyah, dia menghabiskan masa mudanya di kursi roda, tangan kirinya tidak bisa digerakkan, tangan kanannya hanya bisa digerakkan sedikit, kedua kakinya sangat kecil. Namun ia tak pernah terlihat mengeluh sedetik pun atas segala kelemahan dan keterbatasannya. Habibie selalu berkata pada orang-orang di sekitarnya: “Kelemahanku adalah sumber kekuatanku untuk sukses.” Memang benar, walaupun ia terlahir cacat, Habibie sekarang bisa dibilang sudah menjadi orang sukses. Sebagai seorang internet affiliate untuk produk-produk elektronik toko online Amazon.com, Habibie rata-rata sudah menghasilkan profit bersih $ 2000 - $ 3000 per bulan, sebuah penghasilan yang sangat besar untuk pemuda yang masih berusia 20 tahun.

Namun, Habibie adalah orang yang idealis, ia tidak mau melakukan promosi dengan cara yang tidak etis seperti spamming. Ia hanya melakukan promosi link affiliatenya melalui iklan baris berbayar yang cukup mahal, Google Adwrods. Oleh karena sikapnya ini pula, ia harus merugi selama 9 bulan pertama bisnis internetnya. Namun ia tidak pernah mau menyerah begitu saja, ia terus memperbaiki isi dari iklannya tersebut serta mempelajari kembali produk-produk terlaris yang seharusnya ia jualkan. Yang saya kagum, Habibie begitu rendah hati dan tak pelit membagikan ilmunya kepada para peserta seminar secara gratis. Waktu itu lebih dari 4.000 orang memadati JITEC, Mangga Dua Square untuk melihatnya berbicara. Seusai seminar pun ia masih dikerubuti oleh berbagai penggemarnya.

Habibie telah mengubah pandangan hidup saya tentang nilai-nilai kehidupan. Ia adalah pahlawan dalam hidup saya. Saya merasa malu apabila menyadari kondisi tubuh saya yang lengkap tanpa cacat fisik namun saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk mengkritik pemerintahan ketimbang mengembangkan negara ini.

Habibie telah menginspirasi saya tentang sebuah nilai-nilai kepahlawanan. Saya menyadari bahwa untuk menjadi seorang pahlawan sebenarnya modal utamanya sama, modal yang kita semua miliki, yaitu: sikap atau karakter. Pahlawan berani menentukan sikap untuk memperjuangkan kebenaran dan kemerdekaan. Seandainya sang pahlawan tidak berani bersikap rela berkorban, bisa jadi tidak akan ada tindakan kepahlawanan yang bisa dia lakukan. Seandainya para pahlawan tidak punya sikap yang tegas dan jelas, bisa jadi kisah-kisah kepahlawanan yang heroik tidak akan pernah tercetak dalam buku-buku sejarah Seandainya pula para pahlawan tidak punya sikap konsisten dan konsekuen dalam bertindak serta mudah terpengaruh oleh orang lain, bisa jadi apa yang diperjuangkan tidak akan kunjung tiba…


Bung Tomo Seseorang bisa dianggap pahlawan bukan semata-mata karena dia punya tubuh sehat, kekar, dan tegap. Seseorang disebut sebagai pahlawan bukan karena punya bakat berkelahi, menembak, bermain pedang, berorasi, menulis, menyanyi, serta baca puisi saja. Seseorang mendapat sebutan sebagai pahlawan bukan pula hanya karena kemana-mana mereka mengusung bambu runcing, pistol, maupun senapan. Namun, seseorang menjadi pahlawan karena sikap dan nilai-nilai yang dianutnya! Nilai-nilai luhur yang sebenarnya didengungkan oleh suara hati nurani setiap mahkluk berakal budi…


Semua orang menantikan kehadiran seorang pahlawan dalam hidupnya. Kehadiran seorang pahlawan yang bisa memberikan kita semua semangat untuk tetap bertahan 1 hari lagi dalam menghadapi pertarungan hidup yang teramat berat. Namun semakin lama saya membaca tulisan ini berulang-ulang, semakin saya menyadari bahwa pahlawan itu sebenarnya bersemayam dalam diri kita sendiri, dalam sanubari kita semua, suara hati yang menjaga kita untuk tetap bersikap jujur, yang senantiasa terus memberikan kita kekuatan dan keberanian untuk melakukan hal-hal yang kita anggap mustahil, yang membuat kita melakukan perbuatan yang mulia serta yang membiarkan kita meninggal dengan senyum bangga…



Walaupun terkadang untuk menjadi seorang pahlawan kita harus berani tetap bertahan dari rasa sakit dan merelakan semua hal yang kita cintai, bahkan harapan dan nyawa kita sendiri!


“Pahlawan adalah orang yang sedikit mengeluh namun banyak bertindak…
Pahlawan adalah orang yang tidak menyalahkan orang lain atau pemerintahnya atas keterpurukan negaranya…
Pahlawan adalah orang yang berani bertindak dan berinisiatif…
Pahlawan adalah orang yang melihat solusi di setiap masalah…
Pahlawan tidak mau menjadi korban sejarah, ia memilih untuk menjadi pelaku sejarah dan menciptakan sejarah baru…”

“Pahlawan segera mengambil peluang bahkan menciptakan peluang baru karena ia sadar kesempatan tidak akan pernah datang 2 kali!
Pahlawan adalah orang yang terus belajar dan mawas diri…
Pahlawan ingin membuat sejarah baru bagi negaranya,
bukan menjadi bagian dari sejarah lama…”

“Seorang pahlawan harus berani mengambil dan memperhitungkan resiko dan tidak menyalahkan orang lain atas kegagalannya…

Menjadi pahlawan adalah menjadi manusia yang spesial,

bukan menjadi manusia kebanyakan…”

Akhirnya, saya mau mengakhiri tulisan ini dengan quote dari film Batman-The DarkThe Dark Knight Knight, salah satu film yang menginspirasi saya tentang nilai kepahlawanan, bahwa pilihan hidup itu hanya ada 2: Memilih hidup menjadi pahlawan atau perlahan-lahan menjadi penjahat!. Pilihan hidup kita memang sangat kontras, tidak ada area abu-abu dalam memenuhi panggilan hidup kita, kita bisa saja sampai mati terus-menerus menyangkal hati nurani kita sendiri, namun kita juga bisa memutuskan untuk mulai berubah dan memenuhi suara panggilan tersebut, to be or not to be that`s the question

Selamat bertransformasi dan memuai…

Mungkin saja kisah pahlawan paling heroik sepanjang sejarah itu adalah kisah hidup kita sendiri dalam bab kehidupan yang belum selesai kita tulis…


TAGS pahlawan "kisah heroik"


-

Author

Follow Me